Menemukan Kebenaran

Sabtu, 10 Desember 2022

Bacaan : Yohanes 8 : 25-32

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Saya tidak akan pernah lupa akan hari di mana saya menemukan kebenaran tentang Sinterklas. Meskipun saya telah lama menjadi pembela yang setia dari pria besar berjenggot dan berpakaian merah yang murah hati itu, pada akhirnya saya tahu kebenarannya. Secara tak sengaja saya menemukan tumpukan kado yang nantinya akan jadi “kado Sinterklas” disembunyikan di bagian belakang garasi—tapi sayangnya, tidak cukup hati-hati.

Merasa hancur, bingung, dan sedih, saya meminta ibu saya untuk menceritakan yang sesungguhnya. Dan dia mengatakannya. Kaki saya gemetaran. Dunia rasanya berputar lebih cepat. Dan tiba-tiba saya merasakan sakit di perut saya. Benar-benar sakit.

Kalau Sinterklas itu tidak nyata, lalu hal lain apakah yang tidak nyata? Tiba-tiba pertanyaan tentang Peri Gigi muncul di benak saya. Dan tentu saya Kelinci Paskah. Lalu kemudian Allah. Tiba-tiba kepercayaan masa kecil saya sepertinya semakin tidak jelas.

Apakah yang benar?

Puji Tuhan seiring berjalannya waktu, saya belajar bahwa kebenaran bukanlah sekedar sebuah ide. Kebenaran adalah suatu pribadi. Yesus adalah kebenaran. Saya kagum bahwa Yakobus, saudara Yesus, percaya bahwa Yesus adalah kebenaran. Bayangkan, apakah yang harus saudara Anda lakukan untuk meyakinkan Anda seandainya dia adalah Anak Allah?

Dan Petrus, yang beberapa kali menyangkal Kristus, percaya bahwa Yesus adalah kebenaran. Begitu percayanya sampai ia rela mati demi kepercayaannya di dalam Kristus. Sepuluh dari dua belas murid mati karena kebenaran (Yudas Iskariot menggantung dirinya, dan Yohanes mati di pengasingan setelah selamat dari dimasukkan ke dalam minyak yang mendidih).

Jika Anda terkadang mengalami keraguan, seperti kebanyakan kita semua, ingatlah akan kebenaran. Yesus adalah kebenaran. Dan kebenaran itu akan memerdekakan Anda.

DOA KEKUATAN

Tuhan Yesus, aku sangat bersyukur karena Engkau mau datang ke dunia sebagai seorang bayi dan hidup sebagai manusia. Namun aku juga bersyukur karena Engkau adalah Anak Allah dan kebenaran yang sejati.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top