Merencanakan Kemurahan Hati

Kamis, 7 Juli 2022

Bacaan : Yesaya 32 : 1-8

Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian. (Yesaya 32:8)

Kalau Anda seperti saya, ketika Anda menginginkan sesuatu, tentu Anda akan melakukan yang terbaik bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan barang tersebut. Entah itu promo menarik untuk ponsel seri terbaru, jaket atau sepasang sepatu baru yang keren, tidak pernah mudah untuk mencari penawaran terbaik di toko online atau marketplace—syukur-syukur bisa dapat gratis ongkir.

Kalau ternyata apa yang kita inginkan itu harganya berada agak di atas anggaran kita, banyak di antara kita yang masih membuat rencana untuk mendapatkannya. Beberapa orang mungkin membuka akun paylater. Orang yang lain mungkin menghemat uang makan siang atau mengambil jam lembur di pekerjaannya. Intinya, banyak di antara kita membuat perencanaan dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Bagaimana kalau bukan hanya merencanakan untuk mendapat/membeli, sebaliknya kita juga merencanakan untuk memberi? Ayat hari ini dalam versi NLT dikatakan: “But generous people plan to do what is generous, and they stand firm in their generosity.” (Tetapi orang yang murah hati merencanakan untuk melakukan hal yang murah hati, dan mereka berdiri teguh dalam kemurahan hatinya). Ayat ini mengajarkan kita bahwa orang yang murah hati merencanakan kemurahan hati mereka. Daripada hanya merencanakan apa yang mau kita dapatkan, bagaimana kalau kita merencanakan apa yang akan kita berikan kepada orang lain yang membutuhkan? Bagaimana kalau Anda mempergunakan sumber daya serta kepintaran Anda untuk menjawab kebutuhan orang lain dan bukan hanya kebutuhan Anda sendiri?

Bayangkan Anda duduk bersama pasangan Anda atau di dalam komsel Anda dan bertanya, “Bagaimana saya bisa memberi lebih lagi? Siapa yang bisa saya bantu? Apa yang saya miliki yang mungkin bisa menjadi berkat untuk orang lain?” Pikirkanlah bagaimana sikap kita akan berubah, bagaimana kita akan menjadi orang yang berfokus-pada-orang-lain dan tidak hanya berfokus-pada-diri-sendiri, bagaimana kita akan bertumbuh dalam karakter menjadi semakin serupa seperti Kristus.

Daripada hanya memikirkan tentang apa yang Anda inginkan, sebaliknya fokuslah pada apa yang dapat Anda lakukan untuk memberi. Bagaimana Allah dapat memakai Anda untuk memberkati orang lain hari ini? Orang yang murah hati berdiri teguh dalam kemurahan hatinya.

DOA KEKUATAN

Berikanlah aku hikmat, ya Tuhan, untuk merencanakan kemurahan hati supaya aku dapat menunjukkan kepada sesamaku betapa hebatnya Engkau.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top