Segenap Hati

Jumat, 1 Juli 2022

Bacaan : Efesus 6 : 5-9

… Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Ketika saya meminta salah seorang anak saya untuk mengerjakan sebuah tugas pekerjaan rumah, sudah jelas bahwa tugas itu bukanlah prioritas ataupun sesuatu yang semangat mereka kerjakan pada saat itu. Anak saya melakukan tugasnya dengan agak menggerutu, menaatinya hanya sebagai kewajiban, dan hanya berusaha dengan setengah hati. Di saat itulah saya masuk sebagai ayah yang mengajar, memberitahu mereka tentang pentingnya menaruh segenap hati kita dalam hal-hal yang kita kerjakan.

Saya telah belajar bahwa bilamana hati kita tidak benar di hadapan Tuhan, apapun yang kita kerjakan akan menjadi pergumulan. Mungkin itulah sebabnya Yesus memberitahu kita bahwa sebelum kita memberikan persembahan di mezbah Tuhan, kita harus memastikan hati kita beres dengan orang lain (lihat Matius 5:23-24). Yesus juga mengutip kitab Yesaya dan mengatakan bahwa beberapa orang hanya menyembah Tuhan dengan bibirnya sedangkan hatinya jauh dari Tuhan (lihat Matius 15:8).

Setiap kali kita menaati Tuhan tetapi menuntut supaya Dia memberikan hasil sesuai dengan keinginan kita, kita tidak mematuhinya dengan sikap hati yang benar. Kita bukannya menaati Tuhan supaya Ia memberkati kita. Kita menaati Dia karena kita mengasihiNya. Saya yakin bahwa ada saat-saat di mana Tuhan tidak mengubah situasi kita karena Ia sedang ingin mengubahkan hati kita.

Ambillah waktu untuk menguji hati Anda saat ini. Apakah Anda bergumul untuk bersyukur dan memuji Tuhan dengan apa yang telah Ia berikan kepada Anda? Di manakah rasa bakti Anda yang sesungguhnya? Apakah Anda mencari Tuhan dengan hati yang murni?

Jika tidak, inilah saatnya untuk berubah.

Karena lebih dari segalanya, Tuhan menginginkan hati Anda.

DOA KEKUATAN

Tuhan Yesus, aku menyerahkan sikap dan motivasiku dan aku mau memiliki sikap hati yang benar di hadapanMu. Ampunilah dosa-dosaku dan pulihkanlah fokusku hanya untuk mengasihiMu.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top