Tetap Bertahan

Minggu, 14 November 2021

Bacaan : 1 Samuel 1 : 1-20

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, …  (Yakobus 1:12)

Apapun lawan yang sedang kita hadapi—kehilangan pekerjaan, penolakan, perceraian, tindakan kekerasan, kehilangan, sakit-penyakit, kelelahan—mungkin kita merasa terpukul jatuh dan tidak tahu bagaimana caranya bisa bertahan.

Tetapi kawan, masih ada harapan. Banyak orang yang telah melaluinya.

Mari kita melihat beberapa tokoh Alkitab yang memberi teladan dalam hal ketekunan.

Rut telah mengalami kehilangan yang menyedihkan, yaitu kehilangan suami, teman-teman, dan kampung halamannya, namun ia memilih untuk mengikuti pimpinan Tuhan untuk menemani ibu mertuanya ke negeri asing, di mana Rut menjadi orang yang berbeda.

Mungkin rasanya seperti Anda pindah ke desa terpencil. Sulit. Kesepian.

Karena Rut bertekun, ia diberkati dengan hidup yang baru dan cinta yang baru, melengkapi garis silsilah yang menurunkan Raja Daud, dan akhirnya, Yesus Kristus.

Hana tidak hanya harus berbagi suaminya dengan wanita lain, ia juga mandul—suatu aib bagi seorang wanita di jaman itu. Selama bertahun-tahun ia bertahan menghadapi ejekan dari “wanita lain” itu. Hana sangat tertekan dan ia menangis dengan sedih.

Tetapi ini yang menarik: ia tetap berdoa.

Tuhan memberkati Hana dan mengaruniakan apa yang menjadi keinginan hatinya, dan putra Hana tumbuh menjadi nabi Samuel yang penuh kuasa.

Yesus, tentu saja, adalah teladan utama kita dalam hal bertahan dalam kesukaran. Ia bertahan menghadapi penghinaan, penyiksaan, dipenjarakan, pengkhianatan, dan ditinggalkan oleh sahabat-sahabat terdekatNya. Orang-orang mengecewakan Yesus lagi dan lagi. Namun Ia bangkit mengatasi kekecewaan dan rasa sakit. Ia tetap mengarahkan pandanganNya pada tujuan mulia—menyelamatkan orang-orang yang telah menyakitiNya.

Jadi bagaimana dengan Anda—apakah Anda merasa sedang terpukul jatuh? Bergumul dari hari ke hari untuk dapat bertahan? Rasanya seperti tidak dapat mengatasinya?

Yah, apa yang tidak dapat Anda atasi, harus Anda lalui.

Yesus akan menolong Anda melakukannya. Terimalah uluran tanganNya.

Tuhan Yesus,

Aku sedang berada dalam situasi sulit saat ini. Aku tahu Engkau pernah mengalaminya juga. Aku bersandar kepadaMu untuk menolongku melewati semua ini.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top