Kamis, 8 September 2022
Bacaan : Amsal 3 : 1-12
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; (Amsal 3:5-7)
Saya dapat dengan jelas mengingat waktu saya masih kecil sedang duduk dalam ibadah di gereja, dan merasa bosan seperti biasanya. Pada hari Minggu itu saya sudah menggambar Superman di semua permukaan amplop persembahan. Jemaat baru saja selesai menyanyikan ayat ke-4 dari lagu himne wajib. Pendeta naik ke mimbar dan mulai berkhotbah.
Tetapi tiba-tiba ada sesuatu yang rasanya tidak beres. Pagi itu saya datang ke gereja dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan itu nyata. Dan sementara saya duduk mendengarkan khotbah, pertanyaan demi pertanyaan membanjiri otak saya: Bagaimana kalau semua hal tentang Allah ini tidak nyata? Bagaimana kalau kita hanya mengimajinasikan bahwa Tuhan itu ada? Bagaimana kalau ada Tuhan—tetapi Dia bukan seperti yang kita sembah di dalam gereja ini? Bagaimana kalau semua orang di sini percaya bahwa mereka adalah orang Kristen hanya karena itu adalah kepercayaan sebagian besar orang Amerika? Lagi pula, dulu saya percaya akan Sinterklas, kelinci Paskah, dan Peri Gigi, tapi nyatanya semua itu tidak ada yang benar.
Jangan salah: Saya masih punya keinginan untuk percaya kepada Tuhan—hanya rasanya semakin susah. Salah satu kepingan penerimaan masa kecil saya membuka jalan pada rasa penasaran (belakangan saya belajar bahwa itu namanya perkembangan kognitif) yang memaksa saya untuk mempertimbangkan apa yang benar-benar nyata bagi diri saya sendiri.
Banyak orang takut untuk merasa ragu. Namun keraguan yang jujur kadangkala menjadi dasar iman yang tulus. Akuilah rasa ragu Anda kepada Tuhan dan mintalah untuk bertemu denganNya di tengah-tengah keraguan itu.
DOA KEKUATAN
Siapakah aku ini sehingga layak meragukanMu, Tuhan? Ampunilah aku karena terkadang aku tidak mampu mempercayaiMu. Hari ini aku mau membawa keraguanku kepadaMu sementara aku akan terus mengikutiMu.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

