Memberkati Orang Lain

Sabtu, 6 Agustus 2022

Bacaan : Lukas 21 : 1-4

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)

Dalam sebuah perjalanan misi ke Honduras, seorang pemandu memperkenalkan tim kami dengan seorang wanita tua yang baik hati. Meskipun ia sangat miskin, ternyata banyak orang yang menganggap dia sebagai seorang pemimpin dan tokoh spiritual dalam komunitas kecil yang sangat miskin ini.

Wanita ini sangat gembira karena kami ada di sana untuk membantu. Ia telah berdoa selama bertahun-tahun supaya Tuhan akan mengirim orang-orang untuk memberdayakan orang-orang sekitarnya untuk bekerja dan mulai membangun kehidupan yang berarti. Ketika kami tiba di pondoknya, saya diingatkan betapa kami di Amerika sangat diberkati. Bukan hanya karena di kediaman wanita ini tidak ada saluran air atau listrik, tetapi juga lantainya tanah dan dindingnya terbuat dari barang bekas.

Kami duduk makan siang di atas batang kayu. Wajah wanita ini berseri-seri ketika ia menghidangkan daging kepada saya. Saya melihat sekeliling, dan memperhatikan bahwa tidak ada seorang pun, termasuk wanita ini, yang dihidangkan daging di atas piringnya. Saya bertanya kepada pemandu kami dan ia menjelaskan bahwa wanita ini mendengar bahwa saya sudah lama tidak makan daging. Ini memang benar, tetapi hanya karena Amy waktu itu sedang dalam fase vegetarian (syukurlah fase itu segera berlalu).

Pemandu kami menjelaskan bahwa wanita ini ingin menghormati saya dengan menyajikan daging dan ia telah menabung selama beberapa waktu untuk memberkati saya dengan sesuatu yang sebenarnya ia sendiri tak mampu membelinya. Saya tercengang. Tak mampu berkata-kata. Dan terguncang. Bagaimana mungkin seorang yang hampir tak punya apa-apa bisa memberikan sesuatu yang luar biasa kepada seseorang yang mempunyai lebih banyak?

Karena Anda telah diberkati, Tuhan mau supaya Anda menjadi berkat bagi orang lain.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, aku telah mempunyai banyak hal namun seringkali aku masih menginginkan lebih dan mengabaikan orang-orang di sekitarku yang lebih membutuhkan. Terima kasih Engkau menegor keegoisanku dan menolong aku mengatasi alasan-alasan supaya aku bisa memberi dengan murah hati dan penuh sukacita.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top