Jumat, 29 Juli 2022
Bacaan : 1 Tesalonika 5 : 14-23
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:16-18)
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel di mana beberapa psikolog mempelajari tentang hubungan antara ucapan syukur dan sukacita. Penelitian mereka sepertinya merupakan salah satu yang meneguhkan apa yang telah dikatakan Alkitab selama berabad-abad. Ketika kita berhenti berfokus pada apa yang tidak kita miliki, dan sebaliknya berkonsentrasi pada apa yang kita miliki, maka kita akan merasa bersyukur dan mengalami sukacita. Berhenti menghitung berkat-berkat Anda mengingatkan kita bahwa Allah telah memberikan lebih banyak dari yang kita sadari.
Budaya kita memberi tahu kita untuk lebih banyak membeli dan mengeluarkan jika kita ingin mengalami kepuasan. Namun di dalam pola pikir konsumtif yang tak ada habisnya ini, tidak ada yang akan pernah cukup. Kita dikondisikan untuk selalu menginginkan lebih banyak. Tetapi bukan dalam hal memiliki lebih banyak yang akan memberikan kita sukacita. Melainkan dalam menyadari dan menghargai apa yang telah kita terima: keluarga yang mengasihi, kesehatan kita, makanan yang tersedia, rumah tempat tinggal, selera humor, dan begitu banyak berkat-berkat lain yang cenderung kita anggap sepele.
Saat Anda menjalani hari Anda, berikanlah perhatian khusus untuk hal-hal yang Anda syukuri: secangkir kopi panas, kebaikan seorang saudara, dukungan seorang teman, perkataan menghibur dari seorang asing. Berikanlah ucapan syukur kepada Allah atas berkat-berkat melimpah yang telah dicurahkanNya.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, terkadang aku menggerutu dan mengeluh, padahal aku tahu ada begitu banyak berkat dalam hidupku. Ampunilah aku saat aku lupa menyadarinya dan untuk bersyukur atas semua berkat yang Engkau berikan bagiku setiap hari.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

