Yang Terdahulu dan Yang Terakhir

Rabu, 3 Agustus 2022

Bacaan : Markus 9 : 33-37

… “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Markus 9:35)

Seperti kebanyakan orang, saya bisa menjadi pribadi yang sangat kompetitif. Kadang-kadang istri saya berkata bahwa itu adalah “masalah pria”, tetapi saya percaya bahwa kita semua ingin melakukan yang terbaik dan selesai lebih dulu. Kita ingin tahu bagaimana penampilan atau hasil kerja kita dibandingkan orang sebaya kita, antara lain supaya kita bisa menetapkan tujuan yang baru dan berusaha lebih keras untuk pertumbuhan ke depannya.

Setiap tahun, berbagai sumber menyusun daftar yang paling berpengaruh, paling kaya, dan paling dikagumi. Bahkan dalam lingkungan Kristen pun, sulit menghindar dari pola pikir perbandingan dan bertanya kepada seseorang, “Seberapa besar gerejamu?”

Ada daftar tahunan tentang gereja terbesar dan pertumbuhan paling cepat di Amerika setiap tahun, tetapi saya menyadari sejak awal pelayanan saya bahwa saya tidak perlu berpartisipasi dalam hal itu. Karena kalau gereja kami masuk dalam daftar tersebut, maka saya akan berpikir, “Wah, saya tidak percaya kalau gereja yang itu ada di nomor delapan—saya tahu kami lebih besar dari mereka. Dan gereja yang nomor satu silakan bersiap-siap geser ya—kami semakin dekat.” Daftar-daftar ini tidaklah buruk. Namun bagi saya, itu bisa menggiring pada godaan untuk menjadi sombong, angkuh, dan hanya berfokus pada angka dan bukannya pada perubahan hidup.

Teladan Yesus mengingatkan kita bahwa menjadi yang terdahulu adalah berarti menjadi yang terakhir dan mendahulukan orang lain dari diri kita sendiri. Dalam dunia kita yang penuh persaingan dan terobsesi-pada-diri-sendiri, tidaklah mudah untuk mengadopsi pola pikir hamba. Tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjadi semakin serupa kristus dan menjangkau sesama bagi kerajaan Allah.

DOA KEKUATAN

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menunjukkan apa artinya mendahulukan orang lain dari diri sendiri. Ampunilah aku ketika aku mulai membanding-bandingkan dan bersaing dan berpaling dari kerendahan hati dan kasih karuniaMu. Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi yang terdahulu dengan menjadi yang terakhir.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top