Mengatasi Kemarahan

Senin, 27 Juni 2022

Bacaan : Efesus 4 : 21-32

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4:26-27)

Saya tidak senang mengecat rumah kami. Terlebih lagi, saya tidak menyukai fakta bahwa rumah itu harus dicat lagi dan lagi setiap beberapa tahun. Di Oklahoma tempat kami tinggal tidak selalu ada banyak salju, tetapi banyak hujan, angin, hujan es dan hujan bercampur salju. Cuaca silih berganti menerpa cat rumah saya yang indah, dengan beberapa lapisan pelindung untuk melindungi permukaan di bawahnya. Dan jika bukan cuaca buruk yang akan meluruhkannya, sinar matahari akan membuat warnanya semakin pudar.

Kemarahan memiliki gesekan yang serupa terhadap iman kita. Sebagaimana Yesus menjadi marah dan tidak berbuat dosa, kita juga dipanggil untuk dapat mengekspresikan kemarahan yang benar dengan tepat. Tetapi kebanyakan kemarahan saya tidaklah benar—dan saya juga tidak selalu mengekspresikannya dengan tepat. Sebaliknya saya ingin memaki orang yang mengunggah komen kebencian tentang gereja kami, atau saya ingin menabrak mobil sport yang mengambil tempat parkir saya di parkiran mal.

Tetapi perbuatan seperti itu tidak menunjukkan karakter serupa Kristus.

Maka saya berusaha mempraktekkan kesabaran dan belas kasihan dan melepaskan kemarahan saya. Karena jika tidak, saya tahu saya akan menanggalkan iman saya, selapis demi selapis, membuat saya menjadi rentan terhadap serangan si jahat. Saya tidak mau memberi kesempatan kepada iblis untuk menuangkan minyak di  atas temperamen saya.

Ketika Anda merasakan kemarahan mulai muncul dalam diri Anda, bagaimana biasanya Anda menanganinya? Apakah Anda memberi kesempatan kepada iblis untuk berpijak? Ataukah Anda memakai kemarahan Anda sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah dan bergantung kepadaNya?

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, ada banyak hal yang terkadang membuat darahku serasa mendidih. Berikanlah aku kesabaran dan kekuatan untuk dapat tetap berfokus padaMu serta damai sejahteraMu.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top