Mengikuti Perasaan

Rabu, 21 September 2022

Bacaan : Galatia 5 : 16-26

… “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6)

Sekalipun pria dan wanita memiliki perasaan, tetapi mereka memprosesnya secara berbeda. Secara umum, wanita berbicara, sementara pria bertindak. Biasanya, ketika seorang wanita kesal akan sesuatu hal, ia akan membicarakan hal itu (dan bicara dan bicara dan bicara). Kebanyakan pria tidak melakukan hal itu. Sebuah artikel yang saya baca mengatakan bahwa pria rata-rata mengucapkan sekitar 7000 kata per hari, sedangkan wanita mengucapkan 20.000 kata per hari—dengan emosi meluap-luap bisa sampai 30.000!

Kadang-kadang ketika istri saya perlu memproses emosi yang berat, ia akan mengundang teman-teman wanitanya untuk bercakap-cakap (biasanya selama berjam-jam). Itu berhasil untuknya, tetapi seumur hidup saya belum pernah ada teman pria menelepon saya dan berkata, “Hey Craig, bisakah kamu datang ke rumahku dan duduk bersamaku selama setengah hari di sofa ruang tengah dan minum teh sambil kita bercakap-cakap?” Bagi kaum pria, bercakap-cakap rasanya tidak menghasilkan apapun. Tidak seperti “melakukan sesuatu”.

Permasalahan yang sering kita hadapi, baik pria maupun wanita, ialah bahwa kita seringkali membiarkan perasaan kita menentukan tindakan kita. Ketika kita membiarkan perasaan kita yang berperan, kita sepertinya menyerahkan diri pada godaan. Kita berbuat dosa, yang akan membuat kita merasa semakin buruk dan membuat para wanita punya lebih banyak hal yang harus dibicarakan dan para pria harus mengambil tindakan.

Dikendalikan-oleh-emosi seringkali membawa kita kepada hal-hal yang tidak baik, tidak demikian halnya jika dipimpin-oleh-Roh. Jika Anda benar-benar ingin melakukan hal yang benar, membiarkan emosi Anda berkuasa jarang akan membawa Anda kepada hasil yang Anda inginkan.

Rasakanlah apa yang Anda rasakan, tetapi lakukanlah apa yang Tuhan mau Anda lakukan.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan untuk taat hari ini, tak peduli apapun yang kurasakan ketika hal-hal tidak berjalan dengan benar.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top