Selasa, 24 Mei 2022
Bacaan : 2 Korintus 5 : 11-16
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. (2 Korintus 5:14)
Setelah saya mulai berkhotbah selama beberapa waktu, gejala fisik atas kegelisahan saya mulai berkurang. Bagaimanapun, saya tetap mengkritik diri saya sendiri. Setelah berbicara atau berkhotbah, saya merasa kalau penampilan saya sangat buruk, dan saya menghindar untuk bertemu dengan orang lain.
Pada suatu hari Minggu, saya berpikir, “Khotbah tadi tidak terlalu jelek—saya oke saja dan penyampaian saya mulai membaik.” Maka saya mulai membuka pintu, akhirnya cukup berani untuk berbicara dengan orang lain dan menyalami mereka keluar dari gereja.
Seorang wanita yang pertama mendekati saya sangatlah manis, wanita di usia tujuh puluhan dengan tubuh kecil. Ia menepuk pundak saya, dan saya bersiap menerima kata-kata bijaknya. Karena tahu dia adalah seorang yang baik, telah menjadi Kristen sepanjang hidupnya dan setia, saya mengharapkan dia berkata, “Tadi itu khotbahnya oke!”
Sebaliknya, dia berkata, “Usaha yang bagus. Kalau kamu terus berlatih, mungkin kamu bisa jadi pengkhotbah betulan suatu hari nanti!”
Saya berusaha semampu saya untuk tetap tersenyum, meskipun ucapannya menusuk ego saya yang sebenarnya sudah mulai berkurang, mengungkit rasa insekyur saya yang dulu jauh lebih dari sebelumnya.
Apakah Anda pernah merasakan hal yang sama? Terkadang seberapa keras pun Anda berusaha, Anda merasa usaha Anda yang terbaik pun tidak pernah cukup. Anda berusaha menyenangkan semua orang di hidup Anda namun sepertinya tak seorang pun merasa puas. Anda merasa tidak layak, tak berharga, dan takut dilihat orang lain.
Tetapi Allah berkata bahwa Anda cukup.
Kasih Kristuslah yang mengendalikan hidup Anda sekarang.
Tak peduli apapun yang orang lain katakan atau lupa mereka katakan, jangan biarkan reaksi mereka melemahkan Anda. Teruslah berani mengambil risiko untuk melakukan panggilan Allah dalam hidup Anda.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, aku merasa kecil hati ketika orang lain mengkritik atau melemahkan aku. Tolonglah aku untuk bangkit kembali dari peristiwa-peristiwa itu dan berkonsentrasi hanya untuk menyenangkanMu.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

