Tujuan yang Baru

Minggu, 22 Mei 2022

Bacaan : Yehezkiel 36 : 24-31

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17)

Sudah bukan rahasia lagi kalau saya adalah orang yang kuno secara finansial—setidaknya begitulah cara saya menggambarkan diri saya sendiri. Orang lain memberi julukan kepada saya dengan lebih terang-terangan lagi. “Si Pelit Craig” dan “Craig yang Kikir” adalah julukan yang saya dengar sampai masa dewasa. Ketika saya menjadi Kristen, Tuhan menantang saya untuk melihat cara saya menghemat uang, dan ternyata itu adalah cara saya untuk mengontrol kehidupan. Jangan salah—menghemat uang dan menjadi pengelola yang baik sangatlah penting. Tetapi dengan mengetahui bahwa apa yang saya punya sebenarnya adalah milik Tuhan dan bukan kepunyaan saya sendiri, membebaskan saya untuk menjadi sangat murah hati.

Semakin dekat saya kepada Tuhan, semakin saya percaya bahwa Tuhan memanggil saya menuju hidup yang murah hati secara radikal. Dari waktu ke waktu, Allah mengubahkan saya dari orang yang pelit menjadi orang yang hidup untuk memberi. Meskipun mulai perlahan-lahan, saya bertumbuh menuju panggilan Allah. Tak diragukan lagi, sekarang saya tahu bahwa salah satu tujuan hidup terbesar saya ialah untuk hidup dengan baik di dalam kemampuan saya yang sebenarnya, dan untuk bisa memberi dan membawa perbedaan bagi di dunia sekitar saya.

Jika Anda mau mengambil risiko dan melangkah dalam iman, Allah akan memakai salah satu kelemahan terbesar Anda dan mengubahnya menjadi salah satu kekuatan terbesar Anda. Ada yang mengatakan bahwa kelemahan kita adalah kejeniusan kita: pergumulan terbesar kita seringkali menghasilkan peluang terbesar bagi pertumbuhan kita. Itulah yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya. Dengan kasih karunia Allah, Ia mengubahkan hati saya dan memberikan saya nama baru yang membawa tujuan hidup yang baru.

DOA KEKUATAN

Dengan pertolonganMu Tuhan, hari ini aku mau hidup dengan identitas baru yang kumiliki di dalam Kristus dan aku mau mengambil risiko bagi kerajaanMu, sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan oleh diriku yang lama.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top