Rabu, 11 Mei 2022
Bacaan : Lukas 17 : 11-19
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. … (Lukas 17:15-16)
Pernahkah Anda bersusah payah melakukan sesuatu yang istimewa untuk seseorang, tetapi mereka hampir tidak menganggap usaha Anda? Anda merencanakan. Anda menabung. Anda mempersiapkan. Anda memikirkan sampai hal-hal detilnya. Anda memastikan semua berjalan dengan benar. Anda bekerja gila-gilaan untuk memberi kejutan seseorang, untuk memberkati seseorang, untuk menghormati seseorang. Dan mereka bahkan tidak berterima kasih kepada Anda.
Tentu saja Anda tidak melakukan hal tersebut untuk mendapatkan penghargaan, tetapi sebuah pengakuan tentu akan menyenangkan. Bayangkan bagaimana perasaan Tuhan ketika Ia memberikan hidupNya, kasihNya, hadiratNya, berkatNya, PuteraNya. Dan kita tidak mempedulikanNya, terus saja melakukan hal-hal untuk kepentingan kita sendiri. Atau mungkin kita sedikit lebih bersyukur dan memberikan tanda terima kasih yang sopan, “Terima kasih, Tuhan.”
Kita datang ke gereja satu atau dua kali sebulan, itu pun kalau kita tidak merasa lelah atau tidak ada acara piknik di akhir pekan. Mungkin kita menyanyikan beberapa lagu dengan setengah hati, mendengarkan khotbah, dan mengangguk-angguk sebelum kita buru-buru ke rumah makan favorit kita untuk menikmati kehidupan normal kita.
Jika Anda ingin membangun belas kasihan dan bertumbuh dalam iman Anda, maka Anda harus memiliki sikap bersyukur. Ini seperti asupan makanan untuk kualitas belas kasihan kita. Ucapan syukur akan mematikan kesombongan. Ucapan syukur akan memadamkan kebergantungan pada diri sendiri. Ucapan syukur akan menghancurkan roh menuntut. Ucapan syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup.
Hari ini ingatlah: Anda diberkati supaya Anda bisa menjadi berkat.
DOA KEKUATAN
Tuhan Yesus, aku punya begitu banyak hal yang patut disyukuri—keluarga dan teman-temanku, rumahku, pekerjaanku, gerejaku. Aku mau menghargai begitu banyak berkat yang kupunya sehingga aku bisa melayani dan memberkati orang lain.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

