Selasa, 12 April 2022
Bacaan : 1 Timotius 4 : 6-11
TUHAN, kasihanilah kami, Engkau kami nanti-nantikan! Lindungilah kami setiap pagi dengan tangan-Mu, ya, selamatkanlah kami di waktu kesesakan! (Yesaya 33:2)
Seperti halnya segala sesuatu dalam hidup kita, baik itu hal fisik, emosional, ataupun spiritual, hal-hal yang kita beri makan akan bertumbuh, dan hal-hal yang kita biarkan kelaparan akan mengecil. Dibutuhkan latihan dan konsistensi untuk membangun kehidupan doa yang kuat. Kehidupan doa yang kuat dan setia yang kita harapkan tidak akan terjadi dalam seminggu. Seperti halnya berolahraga di gym untuk membentuk otot, waktu yang dihabiskan dalam kamar doa dibangun secara konsisten. Kita tidak dapat menjadi pejuang doa yang super tanpa menaruh waktu dan perhatian kita pada hal tersebut dalam hidup kita sehari-hari.
Hal ini memang lebih mudah dikatakan daripada dilaksanakan. Kadang-kadang kita merasa tidak ingin berdoa dan harus memaksakan diri di tengah kekecewaan ataupun rasa duka mendalam akibat kehilangan, berusaha mengekspresikan emosi kita tanpa membiarkannya menguasai kita. Tetapi Allah sanggup mengatasi perasaan kita, seberapapun marah, senang, atau sakit yang mungkin kita rasakan.
Sebagai sumber kekuatan kita, Allah sangat mengasihi kita sehingga Ia ingin kita menghabiskan waktu bersamaNya dan menceritakan kepadaNya segala sesuatu yang ada dalam hati dan pikiran kita. Ia ingin memperbarui kekuatan rohani kita sehingga kita bisa melalui hari-hari dengan kedamaian, tujuan dan semangat atas segala yang telah diperbuatNya dalam hidup kita.
Ketika kita berkomitmen untuk mengasihi dan mencari Dia, maka membangun kehidupan doa merupakan cara yang alami (dan rohani) untuk menguatkan otot-otot kerohanian hati kita.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, Engkaulah sumber kekuatanku, dan aku percaya penuh bahwa Engkau yang menguatkanku untukku menjalani sepanjang hari ini.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

