Salah Siapa?

Senin, 14 Maret 2022

Bacaan : Matius 5 : 21-26

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25)

Ketika kehidupan ini tidak berjalan seperti yang kita inginkan, terkadang kita tergoda untuk menyalahkan orang lain. Mungkin menyalahkan orang tua kita, anak-anak, pasangan, kakak atau adik, atau anggota keluarga lain, tetapi kita sering menganggap mereka yang bertanggung jawab atas ketidakmajuan kita. Kadang-kadang kita menimpakan kesalahan kepada guru, bos, rekan kerja, atau karyawan kita. Sangat mudah menimpakan kesalahan ketika salah seorang ini menyinggung kita, menyakiti kita, atau mengkritik sesuatu yang melukai ego kita. Itulah yang menyebabkan mereka menjadi sasaran utama untuk disalahkan.

Tetapi Yesus mengingatkan kita berulang-ulang bahwa ada hubungan langsung antara bagaimana kita menangani kesalahan orang lain dan bagaimana kita menangani anugerah Allah. Jika kita tidak mau mengampuni orang lain—apalagi untuk berhenti menyalahkan mereka atas keputusan dan tindakan kita—maka kita tidak sanggup untuk merangkul anugerah Allah.

Bukan berarti Tuhan menahannya dari kita berdasarkan ketidaksediaan kita untuk mengampuni—kalau seperti itu maka namanya bukan anugerah. Sederhananya, ketika kita mengalami kepenuhan pengampunan Allah dalam hidup kita, kita telah disiapkan untuk mengampuni orang lain. Anugerah yang sejati itu selalu menular.

Dengan pertolongan Tuhan, berhentilah menyalahkan orang lain dan mulailah mengampuni mereka sebagaimana Allah telah mengampuni Anda.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, hatiku melimpah dengan caraMu mengasihiku dan mengampuni dosa-dosaku. Ingatkanlah aku senantiasa akan kemurahanMu ketika aku menghadapi orang-orang yang bertentangan denganku hari ini.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top