Rabu, 9 Maret 2022
Bacaan : Yohanes 15 : 9-17
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. (Yeremia 31:3)
Saya pernah mendengar tentang seorang gadis remaja yang memberikan foto dirinya dengan pigura kepada kekasihnya. Di bagian depan ia menulis, “Todd, aku mencintaimu lebih dari hidup ini! Milikmu selamanya, Ashley.” Tetapi, belakangan setelah mereka putus, Todd menemukan catatan Ashley yang lain yang ditulis di bagian belakang foto tersebut: “Kalau suatu hari nanti kita putus, aku mau fotoku kembali—dan mamaku ingin piguranya!”
Hidup ini seringkali mengkondisikan kita melihat kasih sebagai sesuatu yang sementara atau bersyarat. Akibatnya, kita tergoda untuk menerapkan pola pikir yang sama kepada cara Tuhan mengasihi kita. Kalau kita mengalami hari yang baik di pekerjaan, kita berpikir Tuhan pasti mengasihi kita. Ketika mobil rusak atau anak-anak sakit, lalu kita bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak mengasihi kita lagi. Tetapi bukan seperti itu cara kasih Allah bekerja.
Kasih Bapa kita itu permanen dan tak berubah. Orang lain mungkin mencintai Anda hari ini lalu mengabaikan Anda besok, tetapi kasih Allah tidak pernah berubah. Dan oleh karena kasihNya, Anda akan selalu menjadi individu yang berharga dan berguna. Sifat Allah adalah kasih dan Ia telah mengorbankan segalanya untuk dapat menunjukkan kepada Anda betapa Ia mengasihi Anda. Ia memberikan Putera TunggalNya untuk mati di kayu salib.
Hari ini berhentilah meragukan kasih Allah bagi Anda dan nikmatilah menjadi anak kesayanganNya.
DOA KEKUATAN
Tuhan, kasihMu di atas segalanya yang kualami dari semua cinta orang-orang dalam hidupku. Terima kasih karena kasihMu tak bersyarat dan tak pernah berubah.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

