Sabat

Jumat, 5 Februari 2021

Bacaan : Keluaran 23 : 10-12

Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga. (Keluaran 34:21)

Orang-orang yang berani mengambil waktu Sabat. Tidak harus seperti Sabat yang berlaku di Yerusalem. Anda tidak perlu menghindari penggunaan tombol lampu dari matahari terbit sampai terbenam, tetapi Anda perlu mengambil waktu istirahat. Secara teratur.

Buat saya, Sabat saya adalah hari Rabu pagi (karena saya sering bekerja di akhir minggu).

Jadi pada hari Rabu, dari waktu saya bangun tidur sampai dengan jam dua atau jam tiga sore, saya tidak mau diganggu. Semua orang sudah tahu itu. Itu artinya saya mempunyai jeda waktu enam jam di mana saya tidak menggunakan teknologi dan saya tidak mencuci baju dan saya tidak mau sibuk.

Yang saya lakukan hanyalah istirahat dan menyembah Tuhan.

Kalau bagi saya rasanya tenang untuk minum kopi bersama seorang teman, saya akan minum kopi bersama seorang teman.

Kalau rasanya tenang untuk mengagumi ciptaan Tuhan di Danau Radnor, saya akan berjalan-jalan di Danau Radnor.

Saya membaca buku. Saya membaca gila-gilaan. Saya membaca sampai saya lelah membaca. Kemudian saya selalu tidur siang. Kadang-kadang saya naik mobil ke Leiper’s Fork (sebuah desa di Tennessee), sekitar tiga puluh menit dari rumah saya, hanya untuk membentangkan tikar dan membaca sedikit di sana. Dan ya, mungkin saya tidur siang di sana juga.

Sangat sulit untuk mengambil satu hari libur dari pekerjaan, atau beberapa jam saja, ketika saya tahu begitu banyak hal yang harus dikerjakan.

Kedengarannya luar biasa ya, dan memang, tetapi juga sangat sulit untuk mengambil satu hari libur dari pekerjaan, atau beberapa jam saja, ketika saya tahu begitu banyak hal yang harus dikerjakan.

Dibutuhkan keberanian untuk menyingkir sejenak dari pekerjaan atau panggilan Anda, dan percaya bahwa Allah masih tetap menyediakan segala kebutuhan kita. Tetapi Sabat adalah sesuatu yang diperintahkan kepada kita—suatu disiplin yang akan membuat hidup kita lebih baik jika kita menerimanya.

Anda dan saya? Kita tidak boleh membiarkan rasa takut akan ketinggalan atau kehilangan sesuatu (anak muda sekarang menyebutnya FOMO = fear of missing out) itu menang.

Kita membutuhkan Sabat. Kita butuh istirahat. Kita butuh orang-orang. Kita butuh persahabatan.

Kawanku yang berani, tolong pilihlah untuk mengambil waktu Sabat. Beri kesempatan diri Anda untuk beristirahat. Katakan ya untuk istirahat dan ya untuk hubungan, meskipun Anda berkata, “Tunggu sebentar” kepada pekerjaan atau panggilan Anda.

JADILAH BERANI: Carilah buku “Garden City” yang ditulis oleh John Mark Corner. Ini buku yang bagus dan memberikan banyak informasi yang bermanfaat mengenai Sabat.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top