Berolahragalah

Selasa, 2 Februari 2021

Bacaan : Roma 12 : 1-2

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Roma 12:1)

Ini dia. Ya, olah raga. Tetapi bukan hanya supaya memiliki badan bagus. Tentu saja, olah raga membuat Anda terlihat dan merasa lebih sehat, tetapi bukan itu alasan Anda harus melakukannya. Gaya hidup olah raga setiap hari itu bukan tentang menurunkan berat badan.

Ukuran tubuh Anda bukan inti masalahnya. Tidak ada yang namanya ukuran yang menarik atau ukuran yang jelek. Tetapi ada titik di mana Anda menjadi tidak sehat dan tubuh Anda menderita.

Olah raga bukan berarti harus lari maraton, kecuali memang itu yang ingin Anda lakukan. (Saya tidak mengerti kenapa itu bisa disebut “menyenangkan”, tetapi kalau itu membuat Anda bahagia, lakukan saja.) Pergilah berjalan-jalan. Bergabunglah di gym atau kelompok bersepeda. Keluarlah dan gerakkan tubuh Anda.

Tubuh Anda perlu dihargai dan diperlakukan dengan baik. Tubuh Anda dimaksudkan untuk bergerak, bukan untuk diam saja.

Anda memerlukan otot dan tulang yang kuat untuk melakukan segala sesuatu yang menjadi panggilan Anda, selama kapanpun Anda dimaksudkan untuk berada di situ.

Dalam surat Roma, Rasul Paulus memberi tahu kita supaya mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, dan inilah kebenarannya: kalau kita tidak menjaga tubuh kita, kita akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk melakukan pekerjaanNya. Serius. Kalau kita tidak bersikap baik kepada tubuh kita, kalau kita tidak memperlakukan tubuh kita dengan baik, kita akan memperpendek dampak yang kita berikan di muka bumi ini. Saya percaya itu.

Tubuh Anda dimaksudkan untuk bergerak, bukan untuk diam saja.

Allah telah menempatkan kita di muka bumi ini untuk menebarkan kasihNya, untuk menjadi kasihNya bagi orang-orang di sekitar kita, dan Ia memberikan kita tubuh yang luar biasa ini untuk membawa kita dari titik A ke titik B.

Tahukah Anda apa yang tidak berani? Mager (males gerak) atau terlalu banyak rebahan. Menjaga tubuh Anda dan menjadi kuat sehingga Anda bisa menolong orang lain? Itu baru berani. Orang-orang berani mau berolah raga dan melihatnya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.

Anda bisa malakukannya, kawan. Saya percaya. Anda bisa berhenti melihat tubuh Anda sebagai sesuatu yang ingin Anda buat lebih kecil atau lebih besar atau mau begini atau begitu, dan mulai melihatnya sebagai bait Allah di mana Anda mendapat kesempatan untuk merawatnya sepanjang hidup Anda dan menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan.

JADILAH BERANI: Pergilah berjalan-jalan. Pergilah ke gym. Pergilah berenang. Berlatihlah untuk lari jarak jauh atau bersepeda. Seperti tulisan yang terpampang di ruang olah raga, carilah keringat.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top