Irama Kedisiplinan

Minggu, 31 Januari 2021

Bacaan : 1 Korintus 9 : 23-27

Memang pada waktu kita diajar, hukuman itu tidak menyenangkan hati kita, melainkan hanya menyedihkan saja. Tetapi kemudian dari itu, bagi kita yang sudah diajar, hukuman itu menyebabkan kita hidup menurut kemauan Allah, dan menghasilkan perasaan sejahtera pada kita. (Ibrani 12:11BIMK)

Saya memutuskan untuk mengikuti lomba lari setengah maraton (menempuh jarak 21,1 km) di suatu musim semi beberapa tahun yang lalu. Itu adalah keputusan yang konyol. Karena saya tidak suka olah raga lari.

Saya mengisi formulir, membayar biaya pendaftarannya, dan memesan tiket ke Florida dan dengan segera menyesalinya. Tetapi teman-teman saya lainnya yang mendaftar bersama saya—Blair, Katie, dan Emily—juga telah mengisi formulir, membayar, dan memesan tiket, jadi saya tidak bisa mundur lagi.

Saya mengunduh sebuah program pelatihan di iPhone saya pada musim gugur sebelum perlombaan dan memutuskan bahwa saya akan menghabiskan waktu enam bulan untuk benar-benar berlatih mempersiapkan lomba lari ini.

Saya tidak melakukannya.

Jadi ketika bulan Maret akhirnya tiba dan kami bersiap-siap untuk pergi di akhir minggu, saya hanya pernah jogging sekitar lima kilometer dalam latihan saya.

Akhirnya dalam lomba lari itu saya sudah hampir mencapai 21 km. Dan sepersepuluh.

Setelah lebih dari tiga setengah jam, saya mencapai garis finish itu. Hanya tiga paket hadiah yang tersedia di meja, dan di antara ribuan pelari peserta, saya finish nomor dua dari belakang.

Tiga orang nenek-nenek yang berjalan mencapai finish di depan saya.

Minggu berikutnya adalah minggu yang paling menyiksa dalam hidup saya. Semua otot saya sakit. Di. Semua. Bagian. Saya berjalan seperti orang yang habis menunggang kuda dari Maine ke pantai Florida. Saya hanya ingin berbaring di lantai seperti bintang laut, dengan infus vitamin atau ibuprofen untuk dua atau sepuluh hari.

Disiplin adalah pekerjaan yang dilakukan di lapangan latihan sehingga Anda siap menghadapi perlombaan besarnya.

Kurangnya latihan saya—dan kurang disiplin—benar-benar kembali menghantui saya setelah perlombaan itu.

Seharusnya saya bisa melakukan lebih baik dalam lomba tersebut, sehingga tidak akan terlalu banyak rasa sakit, dan mungkin saya mau ikut lagi lomba lain dengan jarak tempuh seperti itu kalau saya sudah benar-benar berlatih.

Bagi saya disiplin itu rasanya selalu seperti peraturan, dan meskipun saya adalah pengikut-peraturan yang alami sejak lahir, ketika saya adalah orang yang membuat peraturan dan berusaha menjalaninya, ternyata tidak bisa berjalan semulus itu. Faktanya adalah disiplin bukanlah peraturan yang harus Anda hidupi ataupun hukum yang harus Anda taati. Disiplin adalah pekerjaan yang dilakukan di lapangan latihan sehingga Anda siap menghadapi perlombaan besarnya.

Seperti apakah disiplin itu? Saya tidak tahu bagaimana penerapannya bagi Anda. Saya hanya tahu bahwa saya sering memberi label disiplin sebagai sesuatu yang membosankan dan tidak penting di mana sebenarnya, kalau Anda mau menjadi berani  dan siap untuk dipanggil masuk dalam perlombaan, Anda harus berlatih.

Kedisiplinan Anda, yaitu irama yang membuat versi terbaik dari diri Anda—entah itu melatih tubuh Anda, pikiran Anda, roh Anda—akan muncul bilamana dibutuhkan untuk mengatakan hal yang tepat, melakukan hal yang tepat, menjadi pribadi yang berani seperti yang Anda inginkan. Latihan membuat sesuatu jadi sempurna, dan latihan membuat Anda berani.

JADILAH BERANI: Apakah satu area dalam hidup Anda di mana Anda bisa menjadi lebih disiplin dalam minggu ini?

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top