Senin, 4 Januari 2021
Bacaan : Kolose 3 : 18-23
maka Ia sudah menentukan terlebih dahulu bahwa melalui Yesus Kristus, Ia akan mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya sendiri. Dan memang itulah yang ingin dilakukan-Nya. (Efesus 1:5)
Setiap keluarga mempunyai penampilan, kekuatan, dan pergumulannya masing-masing yang unik. Bagi kebanyakan orang, mengasihi keluarga Anda, atau tinggal bersama keluarga pada masanya, dapat menambahkan keberanian lebih dari yang didapat dari kombinasi hubungan lainnya.
Tetapi Allah membuat keluarga dengan sempurna. Ia mengangkat kita, dalam keadaan tak sempurna dan seringkali tidak sehat, ke dalam keluargaNya melalui Yesus Kristus. Ia mengasihi kita sekalipun kita tidak layak menerima kasih. Itu tidak berarti bahwa kita dituntut untuk menjadi keluarga yang sempurna, tetapi itu berarti bahwa kita diperlakukan dan dipelihara dengan sempurna di dalam keluargaNya.
Jadi apakah artinya menjadi berani dalam keluarga Anda? Ini berarti Anda bisa menjadi cukup berani untuk mengasihi keluarga Anda dengan baik sekalipun keluarga Anda tidak selalu dalam keadaan baik. Ini berarti bahwa Anda bisa cukup berani untuk bertahan dalam keluarga untuk mengasihi keluarga dan untuk membangun sebuah keluarga.
Ada sebuah buku yang bagus berjudul Hillbilly Elegy, dan kalau Anda belum pernah membacanya, wah sayang sekali. Buku ini bercerita tentang seorang pria yang dibesarkan di pedesaan Appalachia dan akhirnya bisa kuliah di Universitas Yale dan mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Ia mematahkan norma generasi dan menciptakan sesuatu yang baru.
Anda bisa menjadi cukup berani untuk mengasihi keluarga Anda dengan baik sekalipun keluarga Anda tidak selalu dalam keadaan baik.
Tetapi satu hal yang saya peroleh dari buku ini (karena saya selalu berpikir tentang keberanian, bukan?) ialah—Astaga! Ia tidak berasal dari keluarga yang sehat (meskipun ia menghargai keluarganya dengan baik dalam buku ini), tetapi ia cukup berani untuk membangun keluarganya sendiri. Ia mempunyai istri dan anak-anak…saya pikir dia punya anak. Paling tidak dia punya beberapa ekor anjing.
Inilah kesimpulan saya: Apakah Anda cukup berani untuk membangun sebuah keluarga sekalipun Anda mempunyai banyak masalah dalam keluarga inti Anda?
Dan bagaimanakah mengasihi keluarga Anda sekalipun mereka telah menyakiti Anda? Situasi setiap orang pasti berbeda, tentu saja. Terkadang cara terbaik untuk mengasihi anggota keluarga tertentu ialah dari jarak jauh.
Bagaimanakah prakteknya bagi Anda? Dengan mengikuti teladan Tuhan Yesus, yang menghembuskan nafas pengampunan dan anugerah. Dengan meminta hikmat dari Tuhan untuk menghadapi anggota keluarga yang menyusahkan Anda. Berdoalah minta keberanian untuk dapat tinggal bersama keluarga Anda dan mengasihi mereka sebagaimana adanya, sebagaimana Allah telah mengasihi Anda.
JADILAH BERANI: Teleponlah salah seorang anggota keluarga Anda. Berterimakasihlah atas kasih dan dukungannya selama ini. Mungkin hubungan keluarga Anda tidak mudah, saya mengerti. Kalau begitu teleponlah seseorang yang sudah Anda anggap seperti keluarga sendiri.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

