Pintu yang Tertutup

Sabtu, 19 Desember 2020

Bacaan : Yakobus 4 : 13-17

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3)

Orang-orang yang berani biasanya melalui pintu-pintu dengan segera, bukan? Ketika orang yang berani melihat pintu tidak terbuka, mereka akan menjadi kreatif dan bersegera mencari jalan yang lain, bukan?

Yah, itulah yang terjadi kadang-kadang. Tetapi sebagai orang-orang yang bergantung kepada Allah, kita tahu bahwa kita bisa saja melakukan kebiasaan kita, berjalan, berdoa dan kita hidup selaras dengan kehendak Tuhan, namun kita menemui pintu yang tertutup.

Pintu yang tertutup bisa jadi membingungkan.

Mungkin Anda mencari Tuhan mengenai jalur karir yang ingin Anda pilih. Mungkin Anda telah mempersiapkan untuk menjadi ahli biologi laut sejak dari SMU dan mengambil kerja paruh waktu di akuarium. 

Mungkin Anda tinggal di Florida. Tante Anda adalah seorang ahli biologi laut. Segala sesuatu tentang impian Anda sangat masuk akal.

Lalu hal-hal terjadi dalam hidup Anda. Dan Anda mendapati diri Anda sudah berada di tahun kedua kuliah Anda, melihat sebuah pintu terbuka yang tidak pernah Anda harapkan sebelumnya, dan menyadari bahwa pintu menuju ahli biologi laut adalah sesuatu yang tidak bisa lagi Anda lakukan karena satu dan lain hal—mungkin karena tidak bisa masuk ke program, tidak ada dana untuk melanjutkan, terjadi krisis dalam keluarga sehingga Anda harus mengambil cuti kuliah.

Terkadang kita bisa melakukan kebiasaan kita, berjalan, berdoa dan kita hidup selaras dengan kehendak Tuhan, namun kita menemui pintu yang tertutup.

Apapun itu, hal-hal bisa saja terjadi. Dan ketika itu terjadi, Anda bisa menjadi berani.

Anda bisa berani karena Anda mempercayai Tuhan. Orang-orang yang berani mengkomitkan pekerjaan mereka kepada Tuhan dan mempercayai rancanganNya bagi kehidupan mereka yang mungkin tidak terlihat seperti apa yang telah mereka rencanakan. Dan itu tidak apa-apa.

Jika Anda menemui sebuah pintu yang tertutup hari ini, maka akan ada sebuah pintu lain yang terbuka di sekeliling Anda. Beranilah untuk berjalan melalui pintu ke mana Tuhan memimpin Anda. Bahkan sekalipun itu sesuatu yang tak terduga dan agak menakutkan.

JADILAH BERANI: Ini mungkin agak menyakitkan atau menakutkan, tetapi tuliskanlah tentang sebuah pintu yang Anda tahu sudah Tuhan tutup dalam kehidupan Anda.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top