Selasa, 8 Desember 2020
Bacaan : Matius 1 : 21-23
… Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20)
Ketika Allah menyatakan dengan jelas bahwa Dia mau supaya saya pindah ke Nashville, saya merasa ketakutan. Saya yang orangnya hampir tidak mau ke kamar mandi sendirian—tentu saya benar-benar tidak ingin pindah ke negara bagian lain seorang diri. Tinggal di tempat selain Georgia rasanya benar-benar asing.
Pada hari tahun baru, saya menceritakan kepada dua orang sahabat saya, Haley dan Molly. Kami sedang duduk-duduk di ruang tamu rumah Haley ketika saya menceritakan hal ini, dan untunglah mereka ada di pihak saya—pihak yang mengatakan bahwa pindah itu adalah ide gila dan saya hanya mengada-ada. “Kalau kamu ingin jadi penulis,” kata Haley, “apa nggak bisa di Atlanta saja? Pasti ada banyak penulis di Atlanta yang bisa kamu temui.” Selama dua puluh menit kami bertukar pikiran. Kemudian kami berhenti, air mata menetes di wajah kami ketika kami menyadari kebenarannya. Allah meminta saya untuk menjadi lebih berani dari kemungkinan yang pernah saya pikirkan, dan itu akan membawa kesedihan bagi kami semua. Saya akan berjalan memasuki musim yang baru di mana saya akan merasa sangat kesepian.
Lalu datanglah bulan Agustus, dan tiba-tiba, semua sudah terjadi. Hal yang selama ini berada dalam pikiran dan doa dan kekuatiran saya tidak lagi berada di masa datang. Itu ada di sini. Saya ada di sini.
Tidak ada teman. Tidak ada gereja. Tidak ada keluarga. Saya tidak tahu bagaimana bisa menemukan kantor pos, minimarket, atau rumah sakit. Sendirian.
Atau setidaknya, saya merasa sendirian. Tetapi sebenarnya tidak. Tahukah Anda apa arti Imanuel? Itu adalah salah satu nama Allah yang berarti “Allah beserta kita”. Karena Yesus telah membayar harga atas dosa kita, Allah selalu beserta dengan kita. Yesus berkata bahwa ia akan menyertai kita sampai kepada akhir jaman.
Bahkan ketika Anda merasa sendirian, sesungguhnya Anda tidak sendiri.
Anda lihat? Bahkan ketika Anda merasa sendirian, sesungguhnya Anda tidak sendiri. Dialah yang senantiasa ada bersama Anda apapun keadaannya. Dan Anda cukup berani untuk mempercayai bahwa apa yang dikatakanNya adalah benar. Ia selalu ada bersama dengan Anda. Percayalah. Lakukanlah hal-hal berat yang Tuhan pimpin untuk Anda lakukan. Anda tidak pernah sendiri.
JADILAH BERANI : Hari ini lihatlah ke dalam cermin dan katakan kepada diri Anda sendiri, “Kawan, kamu tidak pernah sendirian.” (Saya sering melakukan ini—suatu pengingat yang baik).
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

