Mengajukan Pertanyaan yang Sulit

Senin, 7 Desember 2020

Bacaan : Yeremia 33 : 1-3

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. (Yeremia 33:3)

Musim gugur di Skotlandia, rumah saya yang lain, sangat indah dan kering dan hari menjadi sangat singkat, tetapi jam-jam sore hari memberikan warna keemasan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Suatu hari di awal bulan Oktober setelah makan siang, saya duduk di Starbucks di seberang Eric Liddell Centre hanya bersama jurnal saya, Alkitab, sepotong kue muffin, dan segelas soy chai.

Saya merasa sangat hidup. Rasanya setiap mesin dalam tubuh saya sedang menyala dan saya berada dalam kondisi Annie yang optimal. Saya mulai menulis jurnal, dan berpikir apa yang menyebabkan hati saya berada dalam kondisi yang letupan kebahagiaan yang terus-menerus.

Lalu saya bertanya kepada Tuhan: Apa ya Tuhan, yang membuat saya merasa begitu hidup?

Pada saat itu, tampaknya tidak seperti pertanyaan yang sulit, tetapi membuka percakapan dengan Allah akan mengijinkan Roh Kudus memimpin Anda ke tempat yang lebih sulit.

Saya menulis daftar hal-hal yang benar dalam hidup saya pada saat itu. Saya tinggal di Skotlandia, saya singel, dan saya melayani di kampus.

Lalu di dalam lubuk hati saya, saya mendengar Allah berkata, Kamu bisa melakukan pelayanan kampus di mana saja.

Dan saya mengerti. Saya bersandar di kursi saya, dalam kekaguman sekejap, dan berkata dengan lantang tidak kepada siapa-siapa dan kepada semua orang, “Oh, saya akan pulang.” Kembali ke Nashville.

Kadang-kadang kita menghindari bertanya hal-hal tertentu kepada Tuhan karena kita takut akan jawabannya, entah itu menanyakan mengapa hidup kita terasa menyenangkan, mengapa Ia menempatkan kita di tempat kita berada sekarang, ke mana Ia ingin kita pergi selanjutnya, atau mengapa terkadang rasa sakit dalam hidup kita masih terasa sakit. Bagaimanapun, jika Tuhan yang menjawab, itu bukanlah sesuatu untuk ditakutkan.

Kadang-kadang kita menghindari bertanya hal-hal tertentu kepada Tuhan karena kita takut akan jawabannya.

Dibutuhkan keberanian untuk mengajukan pertanyaan yang sulit dan mendengarkan jawaban yang keras. Namun mengetahui bahwa Allah turut bekerja bagi kebaikan kita dan bahwa jawabanNya dapat dipercaya, merupakan obat dari rasa takut.

Jangan takut bertanya kepada Tuhan hal-hal yang Anda benar-benar ingin tahu. Mungkin Anda tidak akan mendapatkan jawaban yang Anda inginkan, tetapi Anda akan mendapatkan jawabannya. Mungkin kadang-kadang Anda tidak akan tahu mengapa. Atau Anda tidak terlalu ingin tahu mengapa. Atau Anda bahkan tidak tahu apa yang Anda tanyakan atau apakah jawabanNya akan membawa Anda menjauh dari sesuatu atau menuju sesuatu.

Apapun itu, Anda bisa bertanya. Bahkan ketika keadaan terasa berat, Anda dapat selalu bertanya kepada Tuhan, Apakah rencanaMu bagiku? Apa yang harus aku pelajari saat ini? Dan Ia akan menunjukkan kepada Anda jawabannya. Dan jawaban itu, Saudaraku, adalah jawaban yang membawa damai sejahtera. Ajukanlah pertanyaan yang sulit kepada Tuhan.

JADILAH BERANI : Apakah pertanyaan yang selama ini tidak berani Anda ajukan kepada Tuhan? Tanyakanlah itu sekarang, dengan lantang, dan dengarkanlah jawaban dariNya.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top