Bahasa Teka-teki

Selasa, 3 November 2020

Bacaan :  Matius 13 : 10-17

untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. (Amsal 1:6)

Allah kadang-kadang berbicara kepada kita melalui kebenaran yang tersembunyi dalam frase, cerita, teka-teki dan situasi. Maknanya tersimpan di sana untuk kita temukan. Ketika kita bersandar pada Allah, dan mengharapkan untuk mendengar suaraNya, makin mudah bagi kita untuk membedakan kapankah suatu situasi berasal dari Allah, atau sekedar merupakan peristiwa yang luar biasa dalam kehidupan. Bahasa unik dari Allah merupakan undangan untuk masuk ke dalam petualanganNya yang ajaib.

Perumpamaan. Melalui permintaan saya, seorang anggota tim perawatan kami membawa temannya seorang nabi dan saya berkeliling lingkungan gereja sekitar 70 are untuk menemukan sudut-sudut batas tanah milik kami. Kami menancapkan tiang pancang ke dalam tanah di sudut-sudut. Setiap tiang diberi bendera dengan warna berbeda, yang menggambarkan karunia dan panggilan khusus pada gereja kami. Ini sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Dan kami merasa berjalan di tanah milik kami sambil berdoa sesuai apa yang dilihat oleh nabi itu merupakan pengalaman yang unik. Meskipun apa yang dilihatnya berbeda dari saya, saya mempercayai dia.

Ketika menancapkan tiang terakhir ke tanah, empat ekor angsa terbang. Nabi itu memberi tahu saya bahwa angsa itu adalah anjing penjaga dunia lama, dan mereka menggambarkan malaikat yang berdiri di keempat sudut tanah milik yang menjaga apa yang sedang dikerjakan Allah di sana.

Yesus mengajar melalui perumpamaan ketika Ia memberikan janji kepada murid-muridNya bahwa Bapa telah memberikan akses kepada kita untuk mengetahui rahasiaNya (lihat Mat 13:11). Ada pola penafsiran yang bisa membantu kami menemukan pesan yang Ia maksudkan. Misalnya, angka empat menggambarkan bumi—keempat sudut bumi: utara, selatan, timur, dan barat, dsb. Memahami hal-hal ini bisa membantu kami untuk mendengar segala sesuatu dengan lebih jelas, dari perkataan peneguhan yang sederhana sampai perkataan wahyu yang besar.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top