Bahasa Mimpi (2)

Senin, 2 November 2020

Bacaan :  Ayub 33 : 14-30

Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran (Ayub 33:15-16)

Mimpi malam hari. Ketika saya bersiap untuk datang ke Gereja Bethel untuk menjadi pendeta mereka yang baru, saya mendapat mimpi yang memperingatkan saya tentang potensi bahaya pada masa transisi yang akan datang. Dalam mimpi itu saya mengambil jalan keluar melalui jalan bebas hambatan. Saya kemudian menyeberang jalan pada jembatan di atas jalan, dan kembali ke jalan bebas hambatan yang menuju arah yang berbeda. Ketika melakukan itu saya melihat bahwa jalan itu penuh es dan bahwa saya perlu berjati-hati seberapa cepat saya berbelok atau kendaraan saya akan tergelincir keluar tanggul dan kembali pada jalan bebas hambatan. Saya bangun dan menyadari bahwa Allah baru saja memperingatkan saya untuk tidak melakukan perubahan yang terlalu cepat. Meskipun beberapa orang merasa perubahan yang kami lakukan terjadi cukup cepat, perubahan itu jauh lebih lambat dari pada jika saya tidak diperingatkan melalui mimpi itu. Setiap langkah didahului dengan Firman Allah yang jelas.

Ia mengijinkan saya tahu ketika masa “berbelok dengan hati-hati” selesai melalui mimpi lainnya. Dalam mimpi itu saya melihat jalan bebas hambatan yang sama, tetapi kali ini saya pergi ke arah sebaliknya. Ada rumput hijau yang segar di kedua sisi jalan, dan trotoarnya basah karena es yang mencair. Meskipun kedengarannya aneh, air itu tidak menyebabkan bahaya bagi orang yang menyetir dengan kecepatan tinggi, tetapi sebaliknya itu merupakan tanda pencurahan RohNya yang segar. Es, yang membuat perubahan yang cepat berbahaya dan tidak bijaksana, telah mencair. Tidak ada mobil lain yang melambat atau menghalangi kemajuan kami. Mimpi kedua ini terjadi sekitar 18 bulan setelah mimpi pertama. Mayoritas jemaat yang memutuskan pergi dari gereja telah meninggalkan gereja itu dan saya sekarang diberi kebebasan untuk melangkah dengan kecepatan yang lebih sesuai dengan angin perubahan yang semakin meningkat.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top