Minggu, 1 November 2020
Bacaan : Markus 14 : 3-9
Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firmanKu, biarlah menceritakan firmanKu itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman Tuhan. (Yeremia 23:28)
Jelas, mimpi paling sering terjadi pada malam hari. Tetapi ada satu bentuk mimpi yang mirip dengan mimpi pada siang hari. Hal itu terjadi ketika Anda sedang terjaga dan cenderung untuk mengabaikannya karena Anda pikir itu adalah imajinasi Anda. Dalam bentuknya yang lebih intensif, hal itu mirip seperti keadaan setengah sadar. Sekali lagi, bersandar pada Allah akan membawa sarana ini pada perspektif yang lebih jelas, dan memberikan pengertian yang dibutuhkan untuk memahami apa yang berasal dari Allah dan apa yang sesungguhnya merupakan imajinasi kita.
Lamunan. Ketika duduk dalam konferensi, saya mulai melamun tentang rumah doa. Saya bisa melihat keempat dinding dengan banyak jendela di sebelah utara, selatan, timur dan barat. Pada masing-masing jendela itu terdapat frase dari kitab Yesaya, “Katakan pada utara, ‘Kembalikan mereka!”” Hal yang sama tampak pada masing-masing jendela yang menghadap pada setiap arah mata angin. Pada karpetnya ada bintang kompas, yang sekali lagi menunjuk pada utara, selatan, timur dan barat. Di tengah ruangan ada mata air yang mengalir terus-menerus. Saya tahu itu akan disebut Rumah Batu Pualam. (Botol pualam digunakan untuk menampung minyak urapan yang tak ternilai harganya—sesungguhnya senilai upah kerja 1 tahun—yang dituangkan seorang perempuan ke kaki Yesus sebelum kematianNya sebagai ungkapan tertinggi penyembahannya [lihat Mrk 14:3]. Murid-murid menjadi marah karena perempuan itu memboroskan minyak wanginya untuk tindakan yang tidak masuk akal itu, padahal sebenarnya minyak itu bisa dijual dan uangnya bisa diberikan kepada orang miskin. Yesus punya sudut pandang yang berbeda. Ia menyebutnya penyembahan.) Saya merasa kita harus membangun satu tempat di mana orang-orang bisa memboroskan diri mereka sendiri bagi Yesus! Ketika saya menceritakan pengalaman itu kepada dewan gereja, salah satu anggota meminta untuk bertemu dengan saya keesokan harinya. Ia adalah kontraktor yang membawa rencana yang ia gambar 2 tahun sebelumnya tentang rumah doa seperti yang saya gambarkan. Tak perlu diragukan lagi, kami membangun Rumah Batu Pualam, meskipun pembangunannya dilakukan pada waktu hampir 1000 orang meninggalkan gereja. Kami membangunnya secara tunai—ini adalah kesaksian lainnya tentang kemurahan dan kasih karunia Allah yang ajaib.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

