Bahasa Penglihatan

Sabtu, 31 Oktober 2020

Bacaan :  Yoel 2 : 28-32

Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18)

Penglihatan muncul bagi mata jasmani maupun mata hati. Mata hati adalah gambaran dalam pikiran, yang merupakan wujud visual bagi suara kecil yang lembut—ini dapat hilang dengan mudah seperti halnya mudah didapat. Bersandar pada Allah dapat membuat kita bisa lebih berfokus pada hal ini.

Eksternal — Banyak orang menggambarkannya sebagai “penglihatan terbuka”. Meskipun saya belum pernah mengalami hal itu sekalipun, saya punya banyak teman yang sudah mengalaminya, termasuk rekan sekerja senior saya, Kris Vallotton. Salah satu metode semacam itu yang digunakan Allah adalah tampak seperti layar film yang muncul di kepala seseorang, dan Allah memainkan kembali bagian-bagian dari kehidupan orang itu. Dengan menggambarkan peristiwa itu kepada mereka cenderung akan mendapatkan perhatian mereka, mempersiapkan jalan bagi mereka untuk menerima pelayanan pribadi yang penting.

Internal — Dalam satu perjalanan pelayanan ke Jerman, sebelum kebaktian kesembuhan pada malam hari, saya berdoa bersama para pemimpin pelayanan yang luar biasa. Saya mendapatkan gambaran “sepintas” dalam pikiran saya. Dalam gambaran itu saya melihat seseorang yang duduk di kanan saya dan kemudian hanya melihat tulang belakang mereka, seperti dalam sinar-X. Entah bagaimana saya tahu itu adalah arthritis. Dalam penglihatan itu saya menunjuk kepada mereka sambil berkata, “Tuhan Yesus menyembuhkan kamu!” Penglihatan itu kedengaran jauh lebih dramatis dari pada keadaan yang sebenarnya. Saya memberikan perhatian kepada kilasan gambaran tersebut. Gambaran itu dapat dengan mudah terlupakan. Ketika tiba waktu saya untuk berbicara, saya mulai bertanya apakah ada seseorang di sana yang sakit arthritis pada tulang belakangnya. Seorang perempuan di kanan saya mengangkat tangannya. Setelah memintanya untuk berdiri, saya menyatakan, “Tuhan Yesus menyembuhkan kamu!” Ia mulai gemetar. Ketika saya bertanya kepadanya, “Di bagian mana sakitmu?” ia menjawab sambil menangis tersedu-sedu, “Tidak mungkin! Tidak mungkin! Sudah hilang!” Ia disembuhkan melalui penyataan yang muncul melalui penglihatan dalam pikiran saya.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top