Mengenali Bahasa-Nya

Sabtu, 24 Oktober 2020

Bacaan :  Mazmur 85 : 9-14

Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, (Yohanes 10:27)

Imajinasi yang diserahkan kepada Tuhan menjadi imajinasi yang dikuduskan; dan imajinasi yang dikuduskan ditempatkan untuk menggapai visi dan mimpi. Ada ketakutan berlebihan dalam penggunaan imajinasi di Gereja di dunia ini. Akibatnya, orang-orang non-Kristen seringkali lebih unggul dalam ekspresi kreatif—melalui seni dan penemuan. Mereka tidak memiliki sikap anti terhadap imajinasi. Imajinasi itu seperti kanvas bagi pelukis. Jika kanvasnya bersih, ada banyak hal yang bisa dilakukan seniman. Allah ingin menggunakan imajinasi kita untuk melukiskan citraNya. Ia hanya sekedar mencari orang yang mau berserah. Namun orang yang terlalu dikuasai perasaan “tidak layak” terlalu berpusat pada diri sendiri sehingga tidak bisa dipercayai untuk menerima banyak penyataan. Pada tahap tertentu hal itu harus dihentikan cukup lama agar kita dapat memanfaatkan keuntungan berada di dalam Kristus demi orang-orang yang ada di sekitar kita. Posisi semacam ini memberi akses yang tak terbatas bagi kita untuk mengetahui rahasia-rahasia Allah yang memampukan kita untuk menjamah kebutuhan dunia yang sedang menuju kebinasaan.

Yesus adalah firman Allah. Sangat sulit bagiNya untuk tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan. Kadang-kadang, kita melalui masa di mana kita merasa Allah tidak berbicara kepada kita. Walaupun itu mungkin benar, sering kali Ia sekadar mengubah bahasaNya, dan Ia mengharapkan kita untuk menyesuaikan diri denganNya.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top