Senin, 28 Agustus 2023
Bacaan : Mazmur 36 : 6-13
Mereka puas dengan makanan berlimpah di Rumah-Mu, dengan minuman dari sungai-Mu yang menyegarkan. (Mazmur 36:9—BIMK)
Ya, ya—Anda sudah mendengar bahwa Anda adalah anak Allah, Anda adalah putera dan puteriNya. Kutukan karena terbiasa dengan kata-kata tersebut telah membuat Anda tumpul terhadap kebenaran yang dikandungnya. Anda masih bertindak dan berdoa seperti seorang yatim piatu, atau seorang budak.
Budak merasa enggan untuk berdoa; mereka merasa tidak mempunyai hak untuk meminta, maka doa mereka sederhana dan penuh rasa hormat. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mohon pengampunan daripada berdoa untuk kelimpahan. Mereka memandang hubungan dengan rasa hormat, mungkin lebih seperti rasa takut, tetapi tidak dengan kelembutan kasih. Karena dikasihi. Tidak ada keintiman dalam bahasa dan perasaan mereka. Ketidaklayakan mewarnai pandangan mereka akan doa. Orang-orang ini biasanya adalah “hamba Tuhan yang baik.”
Anak yatim tidak segan-segan untuk berdoa; mereka merasa putus asa. Tetapi doa mereka terasa lebih seperti memohon. Anak yatim merasakan jurang pemisah yang besar antara diri mereka dengan Seorang kepada siapa mereka berbicara. Kelimpahan adalah suatu konsep yang asing; mentalitas kemiskinan meresap dalam kehidupan doa mereka. Mereka meminta barang sisa, mereka mengharapkan barang sisa.
Tetapi kawan, Bapa mengasihi Anda seperti Ia mengasihi Yesus. Adakah ini dalam hati dan pikiran Anda saat Anda datang berdoa? Anda bukan anak yatim. Anda bukan hanya “hamba” Allah. Anda adalah anakNya. Dan dengan itu datanglah kelimpahan yang penuh sukacita.
~***~
Apakah Anda melihat mental “budak” atau “anak yatim” dalam kehidupan Anda dengan Allah—dalam hal-hal yang Anda harapkan dari Dia?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

