Kamis, 17 Agustus 2023
Bacaan : Efesus 4 : 10-16
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, —yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:15-16)
Kita telah membedah Allah, dan Injil, dan memiliki ribuan bahkan jutaan fakta. Bukannya wawasan ini tidak benar; tetapi hal-hal itu tidak lagi berbicara kepada jiwa. Saya bisa memberitahukan Anda fakta baru tentang Allah, sebagai contoh. Dia mahatahu, mahakuasa, dan tidak berubah. Nah—apakah Anda merasa lebih dekat denganNya? Pernyataan-pernyataan tentang Allah ini melupakan bahwa Ia juga adalah Pribadi.
Bagaimanakah kita mengenal seorang pribadi? Melalui kisah-kisah. Semua cerita liar dan menyedihkan dan membangkitkan semangat yang kita ceritakan—semua itu yang mengungkapkan diri kita kepada orang lain. Kita harus kembali ke Kitab Suci untuk Kisah ini dan berhenti melakukan pendekatan seolah-olah itu adalah ensiklopedia, hanya untuk mencari “tips dan teknik”.
Pengingat akan Kisah itu ada di mana-mana, dalam alam di sekitar Anda, dan dalam kisah hidup Anda sendiri. Kenyataannya, setiap kisah atau film, atau lagu atau puisi yang pernah menggerakkan jiwa Anda sedang menceritakan kepada Anda sesuatu yang perlu Anda ketahui tentang Kisah Cinta Suci itu. Bahkan alam berseru kepada Anda tentang kebesaran hati Allah. Matahari terbit dan terbenam menceritakan kisah setiap hari, mengingat kemuliaan Firdaus, menubuatkan kedatangannya kembali. Anda perlu menangkapnya seperti harta yang berharga dan menyimpannya dekat dengan hati Anda.
~***~
Kembalilah ke cerita film yang Anda sukai—alasan Anda menyukainya adalah karena hal-hal itu menceritakan sesuatu tentang Kisah Sejati, Kisah Allah. Dapatkah Anda melihat kisah apakah itu?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

