Sabtu, 15 Juli 2023
Bacaan : Mazmur 139 : 1-7, 23-24
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. (1 Petrus 2:10)
Anda tidak dapat mengabaikan hati Anda begitu saja. Pikiran adalah alat yang indah, sesuatu yang Anda ingin kembangkan dalam seluruh hidup Anda. Allah memberikan Anda pikiran untuk melindungi hati, bukan untuk merebutnya.
Jadi mari kita sejenak berpikir tentang jati diri dan hati. Kita semua, tua dan muda, memiliki kelaparan akan pengakuan dalam diri kita masing-masing. Ini tak dapat dipungkiri. Anda akan mengejar pengakuan ke manapun Anda bisa dan Anda cepat belajar apa yang dihargai oleh dunia, apa yang memalukan, apa yang tidak diperhatikan. Para atlet akan mencari pengakuan dengan menjadi cepat, kuat, dan menang; sementara orang-orang akademis menenggelamkan diri dalam buku, tugas, dan mempertahankan nilai IPK mereka. Para “pemimpin rohani” menerima pujian yang datang dari pemberian mereka, dan mereka memberikan hati dan jiwa mereka untuk gairah itu, sementara anak-anak yang “keren” pergi bertelanjang kaki dan membiarkan rambut mereka gimbal. Dalam satu bentuk ke bentuk yang lain, kita semua mencari hal yang sama.
Tetapi seringkali ini didasarkan gambar diri yang salah—hanya hidup menurut persetujuan orang lain sementara terus lapar akan pengakuan. Tetapi gambar diri yang salah—bahkan ketika dibangun di atas sebagian dari karunia sejati Anda—tidak akan pernah menyelesaikan masalah batin yang membutuhkan pengakuan. Hanya ada satu Pribadi yang bisa, dan seharusnya, memberikannya kepada Anda.
~***~
Apakah Anda menyadari kerinduan terpendam Anda akan pengakuan? Pertimbangkanlah di mana Anda berusaha mendapatkan hal itu. Tuhan Yesus, tunjukkanlah padaku di mana aku mencari pengakuan di luar Engkau atas jati diri hatiku.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

