Jumat, 14 Juli 2023
Bacaan : Mazmur 27
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. (1 Yohanes 5:14)
Berhati-hatilah bagaimana Anda menginterpretasikan “doa yang belum terjawab”. Hati Anda sangat rentan pada saat-saat tersebut. Kesimpulan muncul dengan cepat—Allah tidak mendengarkan; Ia tidak peduli; Saya tidak cukup beriman; doa ini tidak berhasil. Perhatikan dirimu! Jangan biarkan hati Anda berjalan ke arah sana! Mintalah Yesus untuk menolong Anda memahami apa yang sedang terjadi.
Kekecewaan itu nyata. Saya menghargai bahwa Alkitab mengakui harapan yang tertunda menyedihkan hati (Amsal 13:12), karena itu benar dan pernah saya alami; itu meyakinkan saya bahwa Allah tahu hal itu menyakitkan. Dia mengatakannya. Kekecewaan atas doa yang tak terjawab bisa jadi menghancurkan. Maka, Anda perlu mengundang kasih Allah ke dalam kekecewaan tersebut; Anda membutuhkan pelayananNya di sana. Mungkin Anda perlu meneteskan air mata; mungkin Anda perlu berduka; mungkin Anda perlu melemparkan tongkat kasti ke dalam keranjang sampah. Bagaimanapun cara Anda mengungkapkan sakit hati tersebut, Anda harus mengundang Yesus ke sana—untuk menghibur, menyembuhkan, dan memulihkan.
Ingatlah sahabat, Allah mengasihimu. Dia bukanlah pengkhianat, dan Ia tidak pernah mengkhianati Anda.
~***~
Adakah doa yang belum terjawab yang sangat berat bagi Anda? Bawalah semua itu kepada Tuhan. Yesus, aku mengundang kasihMu ke dalam kekecewaan atas doa-doa yang belum terjawab ini. Aku meminta Engkau untuk menghiburkan hatiku dalam hal itu. Tunjukkanlah maksudMu, Tuhan. Aku percaya kepadaMu. Aku mengasihiMu.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

