Menyelaraskan dan Menegakkan

Selasa, 4 Juli 2023

Bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 10-18

Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5)

Pikirkanlah pengudusan sebagai langkah menyelaraskan dan menegakkan—menyelaraskan diri Anda dengan Yesus dan semua hukum dalam kerajaanNya, kemudian menegakkan aturan dan hukumNya atas masalah yang sedang dihadapi. Langkah pertama terutama adalah bagian menyelaraskan. Tetapi seringkali menegakkan membutuhkan “keuletan” yang lebih banyak, terutama kalau Anda mengalami kesulitan di situ. Inilah yang membawa saya pada kekuatan memperkatakan.

Dalam Kisah Rasul, ketika Ananias datang untuk mendoakan Saulus, ia menyatakan maksud Tuhan di sana: “Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: ‘Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, … telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.’” (KPR 9:17). Anda tidak melihat Ananias berdoa kepada Allah untuk Saulus, sebaliknya Anda lihat ia memperkatakan kehendak Allah atas Saulus, dan itu cukup untuk melihatnya terwujud.

Anda menegakkan dengan memperkatakan kebenaran atas suatu hal. Sebagai contoh, Anda memperkatakan otoritas Anda atas rumah Anda, ini akan membuat segala sesuatu mengenali dan menundukkan diri pada otoritas tersebut, mengumumkan bahwa otoritas Yesus Kristus sekarang berlaku di sini. Memperkatakan juga membuat semangat Anda bangkit—atau semangat dari orang yang Anda doakan. Segala sesuatu akan menaruh perhatian ketika Anda mulai memperkatakan kebenaran.

~***~

Apakah Anda memperkatakan kebenaran Allah atas hidup Anda? Jika belum, mulailah dengan sesuatu yang sederhana seperti, “Aku menyatakan bahwa aku adalah anak Allah. Aku dikasihi. Aku dipilih.”

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top