Senin, 12 Juni 2023
Bacaan : Wahyu 3 : 19-21
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
Mungkin batasan paling menghancurkan yang diberikan kepada Yesus adalah gagasan bahwa Ia tidak lagi bertindak seperti yang ada di dalam Injil. Itu dulu dan ini sekarang dan semua sudah berubah. Dalam satu langkah, kepercayaan ini menutup semua yang Anda harapkan untuk bisa Anda alami bersama Yesus. Ini menutup pintu bagiNya dan membiarkan Anda berdiri di satu sisi dan Yesus berada di sisi yang lain.
Yesus menginginkan keintiman yang mendalam dengan Anda. Jelaslah bahwa bukan Yesus yang menutup pintu, meninggalkan Dia berada di luar. Dia meminta Anda untuk membiarkan Dia masuk.
Jadi biarkan Dia masuk.
Anda bisa mulai membukakan pintu dengan meninggalkan kebohongan yang mengatakan bahwa Yesus tidak bertindak kepada Anda sebagaimana yang Dia lakukan kepada orang-orang di dalam Injil. Untuk mendapatkan sedikit sudut pandang, sangatlah aneh satu tangan berpegang bahwa Injil adalah perkataan Yesus yang pasti, sementara tangan yang lain pada keyakinan bahwa Dia tidak bertindak seperti itu lagi. Allah memberikan AnakNya kepada Anda, dan tercatat sepanjang masa di dalam Injil, siapakah Yesus itu. Tetapi kemudian, banyak orang Kristen telah digiring untuk mempercayai, bahwa Allah sudah mengubah aturannya: Itu sudah tidak tersedia lagi untukmu. Engkau tidak bisa menggapaiNya dengan iman seperti wanita yang pendarahan dan disembuhkan oleh hidupNya. Ini sama dengan menghujat Allah. Dia tetap sama dulu, sekarang, dan selama-lamanya.
~***~
Tuhan Yesus, masuklah. Aku membuka pintu. Aku mau mengalami Engkau sebagaimana yang dirasakan oleh sahabat-sahabatMu di dalam Injil. Nyatakanlah diriMu kepadaku.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

