Kamis, 4 Mei 2023
Bacaan : Kejadian 1 : 26-31
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kejadian 1:27)
Ini adalah misteri yang terlalu besar untuk dikatakan, tetapi Allah adalah ekspresi dari hal yang kita cari dalam diri satu sama lain. Tidakkah kita menyandang gambar Allah? Bukankah kita potret Allah yang hidup? Ya, itulah kita, dan di tempat yang paling mengejutkan—dalam gender kita. Perhatikan baik-baik. Gender—maskulin dan feminin—adalah bagaimana kita menyandang gambar Allah.
Allah ingin menunjukkan kepada dunia sesuatu tentang kekuatanNya. Bukankah Ia adalah Pejuang Perkasa? Bukankah Dia telah menunjukkan penyelamatan yang luar biasa bagi yang dikasihiNya? Dan inilah sebabnya Ia memberikan kita rupa seorang laki-laki. Laki-laki menyandang gambar Allah dalam hal kekuatannya yang berbahaya namun mengundang. Perempuan pun menyandang gambar Allah, dalam cara yang berbeda. Bukankah Allah adalah misteri terbesar dan keindahan? Bukankah ada sesuatu yang lemah lembut dan memikat dalam pribadi Sang Ilahi? Dan inilah sebabnya Dia memberikan kita rupa seorang perempuan.
Sahabatku, kita menyandang gambarnya sebagai laki-laki dan perempuan, dan Allah adalah Roh yang tidak mempunyai tubuh. Jadi hal ini ada dalam tingkatan jiwa—bagian kekal dari diri kita—di mana kita mencerminkan Allah.
~***~
Dalam dunia ini, masalah gender telah dibongkar hampir dalam semua cara. Tetapi gender adalah tujuan Allah yang sebenarnya: “laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.” Anda mempunyai tujuan yang mulia dalam gender Anda. Nikmatilah hal itu!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

