Rabu, 19 April 2023
Bacaan : 1 Petrus 5 : 6-11
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, … (1 Petrus 5:8-9)
Doa peperangan bukanlah cara cadangan ketika semua cara lain telah gagal. Itu bukanlah suatu bentuk doa khusus bagi orang-orang yang terpanggil secara khusus. Kita dipanggil untuk memberitakan Injil, kita dipanggil untuk melawan musuh. Kita menjalani hidup kita sehari-hari dalam konteks peperangan. Orang-orang yang memilih untuk memperlengkapi dirinya dan menjadi terlatih dalam doa peperangan adalah orang-orang yang menikmati kemerdekaan dan terobosan terbesar.
Kenyataannya, dengan memilih untuk menguasai kategori ini di dunia nyata, Anda akan menemukan kejutan yang indah—semua bagian dalam Alkitab yang diserukan dengan pujian atas kemenangan dan kejayaan akan menjadi masuk akal bagi Anda. Ini seperti menemukan bab yang hilang dari buku kisah Anda.
Nah, saya tidak bermaksud untuk mengecilkan kesulitan serangan musuh. Dengan mengatakan bahwa ini adalah suatu bentuk doa yang sederhana dan efektif, saya tidak bermaksud bahwa doa itu akan selalu sederhana. Namun ia akan selalu efektif, terutama ketika Anda menempatkan diri sebagai anak-anak Allah, dalam otoritas Kristus. Kemerdekaan adalah hak Anda. Seperti Paulus katakan dalam surat Galatia, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu … jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Gal 5:1). Jangan “mau” lagi—pilihan ada di tangan Anda.
~***~
Tuhan Yesus—aku memilih untuk berdiri di dalam Engkau, bersamaMu. Aku meninggalkan musuh dan tipu dayanya dari hidupku. Aku mengklaim kemenanganMu atas setiap musuhku. Aku menolak cara-cara musuh yang mencoba mengenakan “kuk” perhambaan atasku lagi. Di dalam nama Yesus!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

